Minggu, 17 Oktober 2010

Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan untuk Kota dan Kabupaten

Sumber:

Ir. Anton Apriyantono, M.S., Ph.D.
(Mentri Pertanian)

"Pria sederhana kelahiran Serang, Banten. 5 Oktober 1959 ini memiliki latar belakang pendidikan S1 Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), S2 Program Ilmu Pangan IPB, dan menyelesaikan program pendidikan S3 di Program Kimia Pangan, University of Reading, Inggris (1992)."

http://database.deptan.go.id/PUAP/
http://antonapriyantono.com/
http://banjarcyberschool.blogspot.com/2008/12/banjar-innovation-research-development.html
(Pusat Penelitian Pertanian Kota Banjar)

"Kesederhanaan penampilan fisik tidaklah harus berarti kesederhanaan berpikir. Saya akan tetap dengan kehidupan yang selama ini sudah berjalan,"
~Anton Apriyantono~

~Intro:
Ketika saya melihat pertama kali beliau (Pak. Anton) memang kesan yang pertama adalah kesederhanaan dalam berpenampilan. Betapa tidak, senyum yang senantiasa menghiasi wajahnya, pakaian biasa yang melekat ditubuhnya, serta kalimat-kalimat religius yang mewarnai setiap katanya sangatlah menyejukan hati, disela-sela tutur katanya senantiasa tersemat "Subhannalloh ya!"

Semoga para pemimpin kita ada yang mampu meneladani beliau, karena kekharismatikan bukan timbul karena kemewahan, dan ke-gelomoran.
Siapakah gerangan penggantinya kelak?
Apakah Anda? Bisa Jadi.

~Contents
"Pembangunan di Kota Banjar haruslah Selaras dan Sejalan dengan Visi dan Misinya, jangan terlalu menyimpang dari Grand Design yang telah disepakati bersama"

~ PUAP
Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan program Departemen Pertanian yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan antar wilayah dan sektor. Keberhasilan pelaksanaan PUAP sangat ditentukan oleh kerjasama dan komitmen seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tahap persiapan sampai pelaksanaan PUAP dari tingkat pusat sampai daerah.

Salah satu tahapan proses pelaksanaan PUAP adalah verifikasi kelengkapan dokumen yang telah disiapkan oleh Gapoktan. Dokumen yang dibutuhkan tersebut antara lain adalah Rencana Usaha Bersama (RUB), perjanjian kerjasama, surat perintah kerja serta dokumen pendukung lain yang dipersyaratkan.

Petunjuk Teknis Verifikasi Dokumen PUAP yang telah disiapkan oleh
Sekretariat PUAP ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Tim Pembina Propinsi, Tim Teknis Kabupaten/Kota dan Penyelia Mitra Tani dalam membantu Gapoktan menyiapkan data dan dokumen PUAP.

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2007 jumlah penduduk miskin tercatat 37,2 juta jiwa. Sekitar 63,4% dari jumlah tersebut berada di perdesaan dengan mata pencaharian utama di sektor pertanian dan 80% berada pada skala usaha mikro yang memiliki luas lahan lebih kecil dari 0,3 hektar. Kemiskinan di perdesaan merupakan masalah pokok nasional yang penanggulangannya tidak dapat ditunda dan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial. Oleh karena itu pembangunan ekonomi nasional berbasis pertanian dan pedesaan secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada pengurangan penduduk miskin.

Permasalahan mendasar yang dihadapi petani adalah kurangnya akses kepada sumber permodalan, pasar dan teknologi, serta organisasi tani yang masih lemah. Untuk mengatasi dan menyelesaikan permasalahan tersebut Pemerintah menetapkan Program Jangka Menengah (2005-2009) yang fokus pada pembangunan pertanian perdesaan. Salah satunya ditempuh melalui pendekatan mengembangkan usaha agrbisnis dan memperkuat kelembagaan pertanian di perdesaan.

Dalam rangka penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja diperdesaan, Bapak Presiden RI pada tanggal 30 April 2007 di Palu, Sulawesi Tengah telah mencanangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-M). Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) yang dilaksanakan oleh Departemen Pertanian pada tahun 2008 dilakukan secara terintegrasi dengan program PNPM-M.

Untuk pelaksanaan PUAP di Departemen Pertanian, Menteri Pertanian membentuk Tim Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan melalui Keputusan Menteri Pertanian (KEPMENTAN) Nomor 545/Kpts/OT.160/9/2007.

PUAP merupakan bentuk fasilitasi bantuan modal usaha untuk petani anggota, baik petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani.

Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) merupakan kelembagaan tani pelaksana PUAP untuk penyaluran bantuan modal usaha bagi anggota. Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pelaksanaan PUAP, GAPOKTAN didampingi oleh tenaga Penyuluh Pendamping dan Penyelia Mitra Tani. GAPOKTAN PUAP diharapkan dapat menjadi kelembagaan ekonomi yang dimiliki dan dikelola petani.

Untuk mencapai tujuan PUAP, yaitu mengurangi tingkat kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja diperdesaan, PUAP dilaksanakan secara terintegrasi dengan kegiatan Departemen Pertanian maupun Kementerian/ Lembaga lain dibawah payung program PNPM Mandiri.

2. Tujuan

PUAP bertujuan untuk:
1. Mengurangi kemiskinan dan pengangguran melalui penumbuhan dan pengembangan kegiatan usaha agribisnis di perdesaan sesuai dengan potensi wilayah;
2. Meningkatkan kemampuan pelaku usaha agribisnis, Pengurus Gapoktan, Penyuluh dan Penyelia Mitra Tani;
3. Memberdayakan kelembagaan petani dan ekonomi perdesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis.
4. Meningkatkan fungsi kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses ke permodalan.
3. Sasaran
Sasaran PUAP yaitu sebagai berikut:

1. Berkembangnya usaha agribisnis di 10.000 desa miskin/ tertinggal sesuai dengan potensi pertanian desa;
2. Berkembangnya 10.000 GAPOKTAN/POKTAN yang dimiliki dan dikelola oleh petani;
3. Meningkatnya kesejahteraan rumah tangga tani miskin, petani/peternak (pemilik dan atau penggarap) skala kecil, buruh tani; dan
4. Berkembangnya usaha pelaku agribisnis yang mempunyai usaha harian, mingguan, maupun musiman.

4. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan output antara lain:

1. Tersalurkannya BLM – PUAP kepada petani, buruh tani dan rumah tangga tani miskin dalam melakukan usaha produktif pertanian; dan

2. Terlaksananya fasilitasi penguatan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia pengelola GAPOKTAN, Penyuluh Pendamping dan Penyelia Mitra Tani.

Indikator keberhasilan outcome antara lain:

1. Meningkatnya kemampuan GAPOKTAN dalam memfasilitasi dan mengelola bantuan modal usaha untuk petani angota baik pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani;
2. Meningkatnya jumlah petani, buruh tani dan rumah tangga tani yang mendapatkan bantuan modal usaha;
3. Meningkatnya aktivitas kegiatan agribisnis (budidaya dan hilir) di perdesaan; dan
4. Meningkatnya pendapatan petani (pemilik dan atau penggarap), buruh tani dan rumah tangga tani dalam berusaha tani sesuai dengan potensi daerah;

Sedangkan Indikator benefit dan Impact antara lain:

1. Berkembangnya usaha agribisnis dan usaha ekonomi rumah tangga tani di lokasi desa PUAP.
2. Berfungsinya GAPOKTAN sebagai lembaga ekonomi yang dimiliki dan dikelola oleh petani; dan
3. Berkurangnya jumlah petani miskin dan pengangguran di perdesaan.

5. Pengertian dan Definisi

1. Pengembangan Usaha Agribisnis di Perdesaan yang selanjutnya di sebut PUAP adalah bagian dari pelaksanaan program PNPM-Mandiri melalui bantuan modal usaha dalam menumbuhkembangkan usaha agribisnis sesuai dengan potensi pertanian desa sasaran;
2. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri yang selanjutnya di sebut PNPM-Mandiri adalah program pemberdayaan masyakarat yang ditujukan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesempatan kerja.
3. Agribisnis adalah rangkaian kegiatan usaha pertanian yang terdiri atas 4 (empat) sub-sistem, yaitu (a) subsistem hulu yaitu kegiatan ekonomi yang menghasilkan sarana produksi (input) pertanian; (b) subsistem pertanian primer yaitu kegiatan ekonomi yang menggunakan sarana produksi yang dihasilkan subsistem hulu; (c) subsitem agribisnis hilir yaitu yang mengolah dan memasarkan komoditas`pertanian; dan (d) subsistem penunjang yaitu kegiatan yang menyediakan jasa penunjang antara lain permodalan, teknologi dan lain-lain.
4. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan RI (sebagaimana tercantum pada Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa).
5. Desa Miskin adalah desa yang secara ekonomis pendapatan per kapitanya per tahun berada dibawah standar minimum pendapatan per kapita nasional dan infrastruktur desa yang sangat terbatas.
6. Perdesaan adalah kawasan yang secara komparatif memiliki keunggulan sumberdaya alam dan kearifan lokal (endogeneous knowledge) khususnya pertanian dan keanekaragaman hayati;
7. Petani adalah perorangan warga negara Indonesia beserta keluarganya atau korporasi yang mengelola usaha di bidang pertanian yang meliputi usaha hulu, usaha tani, agroindustri, pemasaran dan jasa penunjang.
8. Pemberdayaan Masyarakat adalah upaya untuk menciptakan/meningkatkan kapasitas masyarakat, baik secara individu maupun berkelompok, dalam memecahkan berbagai persoalan terkait upaya peningkatan kualitas hidup, kemandirian dan kesejahteraannya.
9. Kelompok Tani (Poktan) adalah kumpulan petani/peternak yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumber daya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota.
10. Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) PUAP adalah kumpulan beberapa Kelompok Tani yang bergabung dan bekerja sama untuk meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha.
11. Usaha Produktif adalah segala jenis usaha ekonomi yang dilakukan oleh petani/kelompok tani di perdesaan dalam bidang agribisnis yang mempunyai transaksi hasil usaha harian, mingguan, bulanan, musiman maupun tahunan.
12. Komite Pengarah adalah komite yang dibentuk oleh Pemerintahan Desa yang terdiri dari wakil tokoh masyarakat, wakil dari kelompok tani dan penyuluh pendamping.
13. Pendampingan adalah kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh dalam rangka pemberdayaan petani/kelompok tani dalam melaksanakan PUAP.
14. Penyelia Mitra Tani (PMT) adalah individu yang memiliki keahlian di bidang keuangan mikro yang direkrut oleh Departemen Pertanian untuk melakukan supervisi dan advokasi kepada Penyuluh dan Pengelola GAPOKTAN dalam pengembangan PUAP.
15. Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) adalah bantuan dana kepada petani/kelompok tani untuk pengembangan usaha agribisnis di perdesaan yang disalurkan melalui GAPOKTAN dalam bentuk modal usaha.
16. Rencana Usaha Bersama (RUB) adalah rencana usaha untuk pengembangan agribisnis yang disusun oleh GAPOKTAN berdasarkan kelayakan usaha dan potensi desa.

BAB II
POLA DASAR DAN STRATEGI PELAKSANAAN PUAP

1. Pola Dasar
Pola dasar PUAP dirancang untuk meningkatkan keberhasilan penyaluran dana BLM PUAP kepada GAPOKTAN dalam mengembangkan usaha produktif petani skala kecil, buruh tani dan rumah tangga tani miskin. Komponen utama dari pola dasar pengembangan PUAP adalah 1) keberadaan GAPOKTAN; 2) keberadaan Penyuluh Pendamping dan Penyelia Mitra Tani ; 3) Pelatihan bagi petani, pengurus Gapoktan,dll; dan 4) penyaluran BLM kepada petani (pemilik dan atau penggarap), buruh tani dan rumah tangga tani.

2. Strategi Dasar
Strategi dasar Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) adalah:

1. Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan PUAP;
2. optimalisasi potensi agribisnis di desa miskin dan tertinggal;
3. penguatan modal petani kecil, buruh tani dan rumah tangga tani miskin kepada sumber permodalan; dan
4. pendampingan bagi GAPOKTAN
3. Strategi Operasional

Strategi Operasional Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) adalah:

1. Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan PUAP dilaksanakan melalui:

1. pelatihan bagi petugas pembina dan pendamping PUAP;
2. rekrutmen dan pelatihan bagi PMT;
3. pelatihan bagi pengurus GAPOKTAN; dan
4. pendampingan bagi petani oleh penyuluh pendamping.

2. Optimalisasi potensi agribisnis di desa miskin dan tertinggal dilaksanakan melalui:
1. identifikasi potensi desa;
2. penentuan usaha agribisnis (budidaya dan hilir) unggulan; dan
3. penyusunan dan pelaksanaan RUB berdasarkan usaha agribisnis unggulan.

3. Penguatan modal bagi petani kecil, buruh tani dan rumah tangga tani miskin kepada sumber permodalan dilaksanakan melalui:

1. penyaluran BLM-PUAP kepada pelaku agribisnis melalui GAPOKTAN;
2. fasilitasi pengembangan kemitraan dengan sumber permodalan lainnya.

4. Pandampingan GAPOKTAN dilaksanakan melalui:
1. penempatan dan penugasan Penyuluh Pendamping di setiap GAPOKTAN; dan
2. penempatan dan penugasan PMT di setiap kabupaten/kota.

4. Ruang Lingkup Kegiatan
Ruang lingkup kegiatan PUAP meliputi:

1. Identifikasi dan penetapan Desa PUAP;
2. Identifikasi dan penetapan GAPOKTAN penerima BLM-PUAP;
3. Pelatihan bagi fasilitator, penyuluh pendamping, pengurus GAPOKTAN;
4. Rekrutmen dan pelatihan bagi PMT;
5. Sosialisasi Kegiatan PUAP;
6. Pendampingan;
7. Penyaluran Bantuan Langsung Masyarakat;
8. Pembinaan dan Pengendalian; dan
9. Evaluasi dan pelaporan.

BAB III
KRITERIA SELEKSI DESA DAN GAPOKTAN PENERIMA PUAP
1. Kriteria Seleksi Desa PUAP
1. Tahapan penetapan Kuota Desa
Penentuan kuota desa dilaksanakan di Pusat oleh Kelompok Kerja (Pokja) Identifikasi PUAP. Penetapan kuota desa dilakukan dengan mempertimbangkan: (1) data lokasi PNPM-Mandiri; (2) data Potensi Desa (Podes); (3) data desa miskin dari BPS; (4) data desa tertinggal dari Kementerian PDT; (5) Data desa lokasi program lanjutan DEPTAN antara lain : P4K, Prima Tani, P4MI, Pidra, LKM-A serta desa rawan pangan.
Kuota desa yang menjadi sasaran penerima bantuan modal usaha PUAP juga memperhatikan dan mempertimbangkan aspirasi masyarakat.
Berdasarkan kuota desa pada setiap Kabupaten/Kota, Tim PUAP Pusat menyusun daftar calon desa PUAP.
2. Tahapan Seleksi Desa PUAP:

1. Daftar calon desa PUAP dikirim oleh Tim PUAP Pusat ke Gubernur dan Bupati/Walikota.
2. Berdasarkan daftar tersebut diatas, Pemerintah Kabupaten/Kota mengusulkan calon desa PUAP kepada Departemen Pertanian melalui Gubernur.
3. Tim PUAP Pusat melakukan verifikasi atas usulan desa PUAP yang diajukan oleh Gubernur, Bupati/Walikota dan aspirasi masyarakat.
4. Hasil verifikasi desa PUAP oleh Tim PUAP Pusat, selanjutnya ditetapkan oleh MENTERI PERTANIAN sebagai desa PUAP.

2. Penetapan GAPOKTAN/POKTAN

1. Tim Teknis Kabupaten/Kota mengidentifikasi GAPOKTAN penerima BLM dari lokasi desa PUAP yang telah ditetapkan oleh MENTERI PERTANIAN
2. GAPOKTAN mengisi Formulir 1 sebagai data dasar untuk diajukan oleh Bupati/Walikota sebagai calon penerima BLM PUAP.
3. Bupati/Walikota mengusulkan GAPOKTAN penerima BLM PUAP kepada Tim Pusat melalui Gubernur.
4. Tim PUAP Pusat melakukan verifikasi terhadap GAPOKTAN yang diusulkan oleh Bupati/Walikota.
5. Hasil verifikasi Tim PUAP Pusat terhadap GAPOKTAN, selanjutnya ditetapkan oleh MENTERI PERTANIAN.

3. Kriteria GAPOKTAN Penerima BLM – PUAP

GAPOKTAN penerima bantuan modal usaha PUAP harus berada pada desa PUAP dengan kriteria sebagai berikut:
1. Memiliki SDM yang mampu mengelola usaha agribisnis.
2. Mempunyai struktur kepengurusan yang aktif.
3. Dimiliki dan dikelola oleh petani.
4. Dikukuhkan oleh Bupati/Walikota.
5. Apabila di desa tersebut tidak terdapat GAPOKTAN dan baru ada POKTAN, maka POKTAN dapat ditunjuk menjadi penerima BLM PUAP dan untuk selanjutnya ditumbuhkan menjadi GAPOKTAN.

BAB IV
TATA CARA DAN PROSEDUR PENYALURAN BLM-PUAP

1. Penyusunan Rencana Usaha Bersama (RUB)

1. RUB disusun oleh GAPOKTAN berdasarkan hasil identifikasi potensi usaha agribisnis di desa PUAP yang dilakukan oleh Penyuluh Pendamping.
2. Penyusunan RUB harus memperhatikan kelayakan usaha produktif petani, yaitu : 1) budidaya di sub sektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunan, 2) usaha non budidaya meliputi usaha industri rumah tangga pertanian, pemasaran skala kecil/bakulan, dan usaha lain berbasis pertanian.
3. Rencana Usaha Bersama (RUB) yang telah disetujui oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota (Formulir 2) , dikirim bersama dokumen administrasi lainnya antara lain: (1) Berita Acara Pengukuhan GAPOKTAN, (2) Nomor Rekening GAPOKTAN, (3) Perjanjian Kerjasama, dan (4) Surat Perintah Kerja, ke Tim Pembina Propinsi untuk diajukan kepada Departemen Pertanian C.q Pusat Pembiayaan Pertanian Sekretariat Jenderal Departemen Pertanian.
4. RUB dan dokumen administrasi lainnya yang diterima Departemen Pertanian selanjutnya diteliti dan diverifikasi oleh Tim PUAP Pusat c.q. Pokja Penyaluran Dana.
2. Prosedur Penyaluran BLM-PUAP

1. Satker Pusat Pembiayaan Pertanian menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) bermeterai Rp. 6000,- kepada GAPOKTAN.
2. Penyaluran dana BLM – PUAP dilakukan dengan mekanisme Pembayaran Langsung (LS) ke Rekening GAPOKTAN.
3. Satker Pusat Pembiayaan Pertanian mengajukan surat Perintah Membayar (SPM-LS) dengan lampiran :

1. Keputusan MENTERI PERTANIAN tentang penetapan GAPOKTAN.
2. Berita Acara Pengukuhan GAPOKTAN oleh Bupati /Walikota.
3. Rekapitulasi RUB dengan mencantumkan :

1. Nama dan alamat lengkap GAPOKTAN yang menjadi sasaran PUAP.
2. Nomor rekening GAPOKTAN.
3. Nama dan alamat kantor cabang bank tempat GAPOKTAN membuka rekening.
4. Rincian penggunaan dana BLM PUAP menurut usaha produktif.
4. Kuitansi harus ditandatangani Ketua GAPOKTAN dan diketahui/disetujui oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota dengan meterai Rp.6000,- (enam ribu rupiah
4. Penyaluran dana BLM dari KPPN ke rekening Gapoktan melalui penerbitan SP2D akan diatur lebih lanjut oleh Departemen Keuangan.

BAB V
ORGANISASI PELAKSANAAN PUAP

1. Tingkat Pusat
Untuk meningkatkan koordinasi antar instansi Menteri Pertanian membentuk Tim Pengarah dan Tim Pelaksana Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan. Tim Pengarah diketuai oleh Menteri Pertanian dibantu oleh seluruh Eselon I lingkup Departemen Pertanian. Tugas utama dari Tim Pengarah adalah merumuskan kebijakan umum dalam pengembangan PUAP baik dengan instansi Pusat khususnya dalam koordinasi pelaksanaan PNPM Mandiri maupun dengan instansi daerah (tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota).

Tim Pelaksana PUAP tingkat Pusat diketuai oleh Kepala Badan Pengembangan SDM dan dibantu oleh Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Peningkatan Efisiensi Pembangunan Pertanian dan Kepala Pusat Pembiayaan Pertanian sebagai Sekretaris. Anggota Tim Pelaksana PUAP Pusat terdiri dari Kepala Biro Perencanaan, seluruh Sekretaris Eselon I dan beberapa Pejabat Eselon II terkait. Tugas utama Tim Pelaksana PUAP adalah melaksanakan seluruh kegiatan PUAP mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, pengendalian, monitoring, evaluasi dan pelaporan.

2. Tingkat Provinsi
Untuk meningkatkan koordinasi antar instansi di tingkat Provinsi, Gubernur membentuk Tim Pembina PUAP tingkat Provinsi yang terdiri dari Tim Pengarah dan Tim Pelaksana. Tim Pengarah PUAP Provinsi adalah juga merupakan Tim Pengarah PNPM Mandiri Provinsi. Tim Pelaksana diketuai oleh salah satu Kepala Dinas Lingkup Pertanian dengan Sekretaris adalah Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) sedangkan anggota berasal dari instansi terkait lainnya.

Tugas utama dari tim pembina tingkat Provinsi adalah merumuskan kebijakan teknis pengembangan PUAP sebagai penjabaran dari kebijakan umum yang dirumuskan oleh Tim Pusat, mengkoordinasikan pelaksanaan PUAP dengan PNPM Mandiri di tingkat Provinsi, melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan Kabupaten/Kota.
3. Tingkat Kabupaten/Kota
Untuk meningkatkan koordinasi antar instansi, Bupati/Walikota membentuk Tim Teknis PUAP tingkat Kabupaten/Kota yang terdiri dari Tim Pengarah dan Tim Pelaksana. Tim Pengarah PUAP Kabupaten/Kota adalah juga merupakan Tim Pengarah PNPM Mandiri Kabupaten/Kota. Tim Pelaksana diketuai oleh salah satu Kepala Dinas Lingkup Pertanian dan Sekretaris adalah Kepala Kelembagaan yang menangani Penyuluhan Pertanian, sedangkan anggota Tim Pelaksana adalah Penyelia Mitra Tani (PMT) dan instansi terkait lainnya.

Tugas utama dari tim Teknis Kabupaten/Kota adalah merumuskan kebijakan teknis pengembangan PUAP sebagai penjabaran dari kebijakan umum Pusat dan kebijakan teknis Provinsi, mengkoordinasikan pelaksanaan PUAP dengan PNPM Mandiri di tingkat Kabupaten/Kota, menyetujui RUB yang diusulkan GAPOKTAN dan melakukan pengendalian pelaksanaan PUAP di tingkat Kecamatan dan Desa.
4. Tingkat Kecamatan
Untuk meningkatkan koordinasi antar instansi di tingkat Kecamatan, maka Bupati/Walikota membentuk Tim Teknis tingkat Kecamatan. Tim Teknis Kecamatan diketuai Camat dibantu oleh Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai sekretaris, Kantor Cabang Dinas Pertanian (KCD) dan Kepala Desa lokasi PUAP sebagai anggota.

Tugas utama dari Tim Teknis Kecamatan adalah melaksanakan kebijakan teknis yang dirumuskan oleh Bupati/Walikota dan pengendalian pelaksanaan PUAP di tingkat Desa lingkup kecamatan.

5. Tingkat Desa
Pelaksana PUAP di tingkat Desa terdiri dari GAPOKTAN, Penyuluh Pendamping dan Penyelia Mitra Tani. GAPOKTAN ditetapkan/dikukuhkan oleh Bupati/Walikota.

Penyuluh Pendamping setelah mengikuti pelatihan mengisi Formulir 3 sebagai data dasar penempatan dan penugasan yang diberikan oleh Bupati/Walikota. Tugas utama Penyuluh Pendamping adalah:
1. Melakukan identifikasi potensi ekonomi desa yang berbasis usaha pertanian;
2. Memberikan bimbingan teknis usaha agribisnis perdesaan termasuk pemasaran hasil usaha;
3. Membantu memecahkan permasalahan usaha petani /kelompok tani, serta mendampingi Gapokan selama proses penumbuhan kelembagaan;
4. Melaksanakan pelatihan usaha agribisnis dan usaha ekonomi produktif sesuai potensi desa.
5. Membantu memfasilitasi kemudahan akses terhadap sarana produksi, teknologi dan pasar.
6. Memberikan bimbingan teknis dalam pemanfaatan dana BLM-PUAP; dan
7. Membantu GAPOKTAN dalam membuat laporan perkembangan PUAP.

Penyelia Mitra Tani (PMT) mengisi Formulir 4 sebagai data dasar dalam penempatan dan penugasan yang diberikan oleh Departemen Pertanian. Tugas utama PMT adalah :

1. Melakukan supervisi dan advokasi kepada Penyuluh Pendamping dan GAPOKTAN;
2. Melaksanakan pertemuan reguler dengan Penyuluh Pendamping dan GAPOKTAN;
3. Melakukan verifikasi awal terhadap RUB dan dokumen administrasi lainnya; dan
4. Membuat laporan tentang perkembangan pelaksanaan PUAP.

BAB VI
PEMBINAAN DAN PENGENDALIAN

1. Pembinaan
Dalam rangka menjaga kesinambungan dan keberhasilan pelaksanaan PUAP, Tim Pusat melakukan pembinaan terhadap SDM ditingkat provinsi dan Kabupaten/Kota dalam bentuk pelatihan. Disamping itu, Tim Pusat berkoordinasi dengan Tim PNPM-Mandiri melakukan sosialisasi program dan supervisi pelaksanaan PUAP ditingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Pembinaan pelaksanaan PUAP oleh Tim Pembina Provinsi kepada Tim Teknis Kabupaten/Kota difokuskan kepada: 1) Peningkatan kualitas SDM yang menangani BLM PUAP ditingkat Kabupaten/Kota 2). Koordinasi dan Pengendalian; dan 3) mengembangkan sistem pelaporan PUAP.

Pembinaan pelaksanaan PUAP oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota kepada Tim Teknis Kecamatan dilakukan dalam bentuk pelatihan/apresiasi peningkatan pemahaman terhadap pelaksanaan PUAP.

2. Pengendalian
Untuk mengendalikan pelaksanaan PUAP, Departemen Pertanian mengembangkan operation room sebagai Pusat Pengendali PUAP berbasis elektronik yang dikelola oleh Pusat Data dan Informasi Pertanian (Pusdatin). Pusdatin sebagai pengelola operation room bertanggungjawab mengembangkan dan mengelola data base PUAP yang mencakup : data base GAPOKTAN, Penyuluh Pendamping, Penyelia Mitra Tani (PMT) dan usaha agribisnis GAPOKTAN. Disamping itu, Pusdatin bertugas mempersiapkan bahan laporan perkembangan pelaksanaan PUAP.

Tim Pusat PUAP melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan PUAP melalui pertemuan reguler dan kunjungan lapangan ke provinsi dan kabupaten/kota untuk menjamin pelaksanaan PUAP sesuai dengan kebijakan umum Menteri Pertanian dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lapangan.

Untuk mengendalikan pelaksanaan PUAP di tingkat provinsi, Gubernur diharapkan dapat membentuk operation room yang dikelola oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). BPTP sebagai sekretariat Tim Pembina PUAP Provinsi dapat memanfaatkan data base PUAP yang dikembangkan Departemen Pertanian sebagai bahan dalam penyusunan laporan Tim Pembina Provinsi kepada Gubernur dan Menteri Pertanian.

Tim Pembina PUAP Provinsi melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan PUAP melalui pertemuan reguler dan kunjungan lapangan ke kabupaten/kota dan kecamatan untuk menjamin pelaksanaan PUAP sesuai dengan kebijakan teknis Gubernur serta menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lapangan.

Tim Teknis PUAP Kabupaten/Kota melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan PUAP melalui pertemuan reguler dan kunjungan lapangan ke kecamatan dan desa untuk menjamin pelaksanaan PUAP sesuai dengan kebijakan teknis Bupati/Walikota serta menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lapangan.

Untuk mengendalikan pelaksanaan PUAP di tingkat Kabupaten/kota, Bupati/Walikota diharapkan dapat membentuk operation room yang dikelola oleh Sekretariat PUAP Kabupaten/kota dengan memanfaatkan perangkat keras dan lunak komputer yang disiapkan oleh Departemen Pertanian. Tim Teknis Kabupaten/Kota dapat menugaskan Penyelia Mitra Tani (PMT) untuk menyiapkan bahan laporan.

Tim Teknis PUAP Kabupaten/Kota melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan PUAP melalui pertemuan reguler dan kunjungan lapangan ke kecamatan dan desa untuk menjamin pelaksanaan PUAP sesuai dengan kebijakan teknis Bupati/Walikota.

Tim Teknis PUAP Kecamatan melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan PUAP melalui pertemuan reguler dan kunjungan lapangan ke desa dan GAPOKTAN untuk menjamin pelaksanaan PUAP sesuai dengan kebijakan teknis Bupati/Walikota.

BAB VII
EVALUASI DAN PELAPORAN

1. Evaluasi
Evaluasi pelaksanaan kegiatan PUAP oleh Tim Pusat dilaksanakan oleh Kelompok Kerja (POKJA) Monitoring dan Evaluasi yang dibentuk oleh Ketua Tim Pelaksana PUAP. POKJA Monitoring dan Evaluasi melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PUAP mencakup evaluasi awal, evaluasi pelaksanaan yang sedang berjalan dan evaluasi akhir.

Evaluasi pelaksanaan PUAP di tingkat Provinsi dilakukan oleh Tim Pembina Provinsi. Apabila diperlukan, Ketua Tim Pembina dapat membentuk POKJA Monitoring dan Evaluasi tingkat Provinsi untuk melakukan evaluasi awal, evaluasi pelaksanaan yang sedang berjalan dan evaluasi akhir.

Evaluasi pelaksanaan PUAP di tingkat Kabupaten/Kota dilaksanakan oleh Tim Teknis PUAP Kabupaten/Kota. Apabila diperlukan, Ketua Tim Teknis PUAP Kabupaten/Kota dapat membentuk POKJA Monitoring dan Evaluasi tingkat Kabupaten/Kota untuk melakukan evaluasi awal, evaluasi pelaksanaan yang sedang berjalan dan evaluasi akhir.

2. Pelaporan
Sesuai dengan alur pembinaan dan pengendalian PUAP, maka terdapat laporan yang harus disampaikan oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota (Formulir 5) dan laporan Tim Pembina Propinsi (Formulir 6) kepada Tim PUAP Pusat.

Disamping secara reguler tersebut, Tim Teknis Kabupaten/Kota, Tim Pembina Propinsi dan Tim PUAP Pusat akan membuat laporan akhir tahun untuk dilaporkan sebagai bagian dari dari laporan PNPM Mandiri.

BAB VIII

P E N U T U P

Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan langkah terobosan Departemen Pertanian untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran. PUAP merupakan entry point dan perekat bagi seluruh program Departemen Pertanian dan sektor lain yang terkait dalam program PNPM-Mandiri.

Dalam rangka mempercepat keberhasilan PUAP diperlukan berbagai upaya dan strategi pelaksanaan yang terpadu melalui: (1) Pengembangan kegiatan ekonomi rakyat yang diprioritaskan pada penduduk miskin perdesaan melalui peningkatan kualitas SDM; (2) Penguatan modal bagi petani, buruhtani dan rumahtangga tani; dan (3) Penguasaan teknologi produksi, pemasaran hasil dan pengelolaan nilai tambah.

Keberhasilan PUAP sangat ditentukan oleh kerjasama dan komitmen seluruh pemangku kepentingan mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan sampai dengan dukungan anggaran dari tingkat pusat sampai daerah.


Semoga Berhasil! Kota Banjar Bisa!

Jumat, 17 September 2010

Karya-karya Albert Einstein yang Mengubah Dunia

Contributors:
1. Olivia Julia Iwicki (University of Bonn/www1.uni-bonn.de)
2. Dzikri Rahmat Romadhon (Fisika Universitas Pendidikan Indonesia )
3. Ridwan Firdaus (www.banjarcyberschool.co.cc)
4. Anton Timur Jaelani (www.banjarastrophysics.co.cc)

Adviser:
Ibu. Selly M.Sc.
(Lecture in Physics UPI Summer School in Germany)

"Imagination is more important than knowledge."

"Gravitation is not responsible for people falling in love."

"Anyone who has never made a mistake has never tried anything new."

"Science without religion is lame. Religion without science is blind."
-A. Einstein-

Albert Einstein (German: Albert_Einstein_german.ogg ˈalbɐt ˈaɪ̯nʃtaɪ̯n ; English: IPA: /ˈælbɝt (-ət) ˈaɪnstaɪn/) (14 March 1879 – 18 April 1955) was a German-born theoretical physicist. He is best known for his theory of relativity and specifically mass–energy equivalence, expressed by the equation E = mc2. Einstein received the 1921 Nobel Prize in Physics "for his services to Theoretical Physics, and especially for his discovery of the law of the photoelectric effect."

Einstein's many contributions to physics include his special theory of relativity, which reconciled mechanics with electromagnetism, and his general theory of relativity, which was intended to extend the principle of relativity to non-uniform motion and to provide a new theory of gravitation. His other contributions include advances in the fields of relativistic cosmology, capillary action, critical opalescence, classical problems of statistical mechanics and their application to quantum theory, an explanation of the Brownian movement of molecules, atomic transition probabilities, the quantum theory of a monatomic gas, thermal properties of light with low radiation density (which laid the foundation for the photon theory), a theory of radiation including stimulated emission, the conception of a unified field theory, and the geometrization of physics.

Einstein published over 300 scientific works and over 150 non-scientific works. In 1999 Time magazine named him the "Person of the Century". In wider culture the name "Einstein" has become synonymous with genius.

Seratus tahun karya jenius Einstein

Di abad teknologi sekarang ini, tentunya amat sulit dibayangkan, bagaimana jika tidak ada teori relativitas umum dari Einstein. Tidak ada yang dapat membayangkan skenarionya, karena segala kemungkinan terbuka.

Skenario paling mengerikan, mungkin saja perang dunia kedua tidak dimenangkan sekutu tapi oleh NAZI Jerman. Karena pembuatan bom atom pertama tidak dilakukan di Amerika Serikat, melainkan di Jerman, karena Einstein ketika itu adalah warga Jerman. Mungkin tidak ada misi ke bulan atau ke planet lainnya di tata surya. Atau juga tidak akan ditemukan radio, televisi, komputer dan internet, jika manusia tetap berpatokan pada hukum fisika klasik.

Tepat 100 tahun yang lalu, Albert Einstein yang ketika itu baru berusia 26 tahun, berturut-turut mempublikasikan lima karya ilmiahnya yang mengubah dunia. Mula-mula karya Einstein muda, yang ketika itu bekerja sebagai pegawai jawatan paten di Bern, Swiss dipandang dengan sebelah mata. Ceramah ilmiah pertamanya, menyangkut teori yang merupakan cikal bakal teori relativitas umum, hanya dihadiri oleh tiga orang sahabatnya dari jawatan paten di Bern. Akan tetapi, lima karya ilmiah Einstein yang dipubilkasikan berturut-turut pada tahun 1905, ternyata mampu membuat tiga kali terobosan besar dalam ilmu fisika.

Atom, cahaya dan ruang-waktu

Tiga teori fisika, mengenai atom, cahaya serta sifat ruang-waktu, secara radikal berubah setelah Einsten mempublikasikan karya ilmiahnya. Pada tahun 1905, para ahli ilmu pengetahuan masih terus bersengketa mengenai sifat-sifat atom. Bahkan ada ilmuwan yang meragukan, bahwa atom itu eksis. Pada awal abad ke 20, para ilmuwan juga sedang memperdebatkan hasil penelitian ahli botani Skotlandia, Robert Brown pada tahun 1827, mengenai gerakan dari partikel yang mengambang, yang diamatinya melalui mikroskop. Einstein menulis teori, bahwa gerakan partikel yang diamati Brown, adalah sifat dari atom-atom yang tidak kelihatan, yang bergerak akibat perubahan temperatur. Untuk mudahnya, teori ini disebut teori kinetika-molekuler.

Teori Einstein mengenai sifat atom dan kinetika-molekuler, dapat dibuktikan pada tahun 1908 oleh Jean-Baptiste Perrin ilmuwan terkemuka dari Universitas Sorbonne di Paris. Dengan begitu, tidak ada keraguan lagi mengenai eksistensi atom serta molekul. Untuk karyanya menjelaskan gerakan Brown saja, Einstein sudah memantapkan satu posisi dalam seharah ilmu fisika, demikian kata ilmuwan Roger Penrose dari Universitas Oxford. Akan tetapi, satu karya yang amat bersejarah, yang mengukuhkan keberadaan atom, ternyata tidak cukup untuk membuahkan hadiah Nobel baginya.

Teorinya mengenai dimensi molekuler, yang merupakan penghitungan besar dan jumlah molekul di dalam benda cair, berdasarkan sifat, kekentalannya serta kecepatan diffusinya. Dengan menggunakan teori hidrodinamik klasik serta teori diffusi, Einstein menunjukan bahwa dengan pengukuran kekentalan cairan, yang merupakan friksi antar molekul di dalam cairan, dapat dihitung volume keseluruhan dari molekul yang diuraikan. Dengan begitu, dapat dihitung konstanta Avogadro maupun besar dari molekulnya. Teorinya mengenai dimensi molekuler, ditulis dalam makalah ilmiah setebal 18 halaman, yang berisi sekitar 40 rumus matematika, kimia dan fisika.

Teori relativitas khusus

Karya besar ketiga, yang dilansir Einstein pada tahun 1905 adalah apa yang disebut teori elektrodinamika benda yang bergerak, yang kemudian dijuluki sebagai teori relativitas khusus. Karya ilmiahnya, terutama hendak menjawab pertanyaan, apakah prinsip relativitas dalam mekanika, yang dicetuskan Galileo Galilei dapat diberlakukan secara umum pada seluruh hukum fisika? Untuk menjawab pertanyaan ini, Einstein memanfaatkan teori elektro-dinamika dari Maxwell, untuk menemukan batasan dari mekanika Newton. Dengan itu Einstein membenturkan kedua teori, yakni mekanika klasik dengan teori elektro-magnetisme.

Dengan itu, Einstein hendak menunjukan, bahwa kerangka fisika dan mekanika klasik yang berbasis ruang dan waktu absolut, yang secara matematik dituliskan sebagai transformasi Galilei, tidak berlaku dalam kecepatan amat tinggi. Dengan itu, Einstein juga sekaligus membantah teori dari Heinrich Hertz mengenai medium yang disebut ether pembawa cahaya, dimana gaya listrik dan gaya magnet tidak dapat melampaui batasan ruang. Dengan teori relativitas khusus, Einstein menunjukan teori ini tidak lagi berlaku. Sebab dengan teori barunya, Einstein menunjukan tidak ada waktu absolut, akan tetapi hanya ada ruang- waktu yang tergantung dari relasi-sistem.

Dengan kata lain, dalam ruang-waktu yang memuai secara cepat, pengukur waktu yang bedetik cepat-pun akan berjalan lebih lambat. Effek yang diramalkan Einstein dalam teori elektro-dinamika benda bergerak itu, kemudian terbukti dalam percobaan di laboratorium menggunakan jam atom, serta dalam pengamatan waktu paruh dari partikel yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.

Teori relativitas umum

Sebagai lanjutan dari teori ini, pada tahun 1915 Einstein mempublikasikan karya yang keempat, yakni kaitan antara materi dan energi. Dalam teorinya yang amat terkenal, Einstein memformulasikan, bahwa massa sebuah benda merupakan ukuran dari energi yang dikandungnya.

Dalam karya ilmiah yang hanya terdiri dari tiga halaman cetak, Einstein menyimpulkan konsekuensi paling penting dari seluruh teori relativitas. Apa yang disebut teori relativitas umum Einstein, dirumuskannya dalam formulasi, energi dari sebuah benda adalah beratnya dikalikan kecepatan cahaya pangkat dua atau disederhanakan menjadi E samadengan M dikalikan C kuadrat. Dimana E adalah simbol untuk energi, M untuk massa dan C untuk kecepatan cahaya. Teori reletivitas umum Einstein dapat dibuktikan 15 tahun kemudian, yakni tahun 1930 dengan ditemukannya energi ikatan antara Proton dan Neutron di dalam inti atom.

Berlandaskan teori relativitas umum Einstein, juga dapat direkayasa fusi inti atom, yang melahirkan energi atom sekaligus bom atom yang amat mengerikan. Sejauh itu, ternyata keempat karya paling hebat yang mengubah ilmu fisika secara mendasar itu, tidak dihargai secara layak oleh komite Nobel. Barulah karya kelima Einstein, mengenai penciptaan dan perubahan sifat cahaya, yang merupakan landasan teori fisika quantum, dihadiahi Nobel untuk fisika pada tahun 1921. Dengan teorinya ini, Einstein memberikan jawaban atas pertanyaan, apakah energi cahaya atau medan elektro-magnet betul-betul terbagi secara merata di alam semesta. Teori fisika quantum dari Einstein membuka landasan penting berikutnya, dalam penelitian alam semesta dan astro-fisika. Dengan berbagai landasan terpenting ilmu fisika sepanjang abad, memang tidak berlebihan, jika tahun 2005 lalu di Jerman dicanangkan sebagai tahun Einstein.

Namun Einstein bukan tanpa kekurangan, beliau di dalam akhir-akhir hayatnya masih belum mampu menyatukan empat gaya dasar alam semesta: Gaya Gravitasi, Gaya Nuklir Lemah, Gaya Nuklir Kuat dan Gaya Elektromagnetisme, dalam satu teori Keterpaduan Agung (Grand Unification Theory)atau The Theory of Everything/Mother Theory (Ibu dari Segala Ibu Teori).

Akankah para Ilmuwan-ilmuwan Indonesia mampu berkontribusi?

"Education is what remains after one has forgotten everything he learned in school."
-A.Einstein-


Sumber:
Wikipedia
Fiiska net

# ^ "The Nobel Prize in Physics 1921". Nobel Foundation. Archived from the original on 5 October 2008. http://www.webcitation.org/5bLXMl1V0. Retrieved on 6 March 2007.
# ^ Paul Arthur Schilpp, editor (1951). Albert Einstein: Philosopher-Scientist, Volume II. New York: Harper and Brothers Publishers (Harper Torchbook edition). pp. 730–746. His non-scientific works include: About Zionism: Speeches and Lectures by Professor Albert Einstein (1930), "Why War?" (1933, co-authored by Sigmund Freud), The World As I See It (1934), Out of My Later Years (1950), and a book on science for the general reader, The Evolution of Physics (1938, co-authored by Leopold Infeld).
# ^ "Albert Einstein — Biography". Nobel Foundation. http://nobelprize.org/nobel_prizes/physics/laureates/1921/einstein-bio.html. Retrieved on 7 March 2007.

Rabu, 18 Agustus 2010

The Kaizen Power dalam Pendidikan Jepang

Disusun Oleh: Arip Nurahman

Pendidikan Fisika, FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia,
&
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University.


1. Prof. Hiromatsu Takeshi,
(Professor of Economy, Tokyo University, http://www.e.u-tokyo.ac.jp/index.html)
2. Masaaki Imai
(A consultant in the field of quality management, http://www.kaizen.com/)
3. Akhmad Sudrajat
(http://akhmadsudrajat.wordpress.com/)

“Jika anda hari ini sama dengan hari kemarin maka anda merugi, dan jika hari ini anda lebih jelek dari hari kemarin maka anda celaka, dan jika hari ini anda lebih baik dari hari kemarin maka anda beruntung.”
~Hadits Nabi~

Abstract

Kaizen (改善, Japanese for "improvement") is a Japanese philosophy that focuses on continuous improvement throughout all aspects of life. When applied to the workplace, Kaizen activities continually improve all functions of a business, from manufacturing to management and from the CEO to the assembly line workers. By improving standardized activities and processes, Kaizen aims to eliminate waste (see Lean manufacturing). Kaizen was first implemented in several Japanese businesses during the country's recovery after World War II and has since spread to businesses throughout the world.

~ Intro:
Manajemen Jepang yang dikenal sebagai Kaizen dikenal terutama dalam proses produksi. Continuous improvement!/"Perbaikan Terus Menerus". Penyempurnaan berkesinambungan. Gemba Kaizen adalah perbaikan yang terus menerus.

Bagi kita, manusia boleh jadi karena bukan mesin produksi maka menjalani tujuh kebiasaan baik Mr. Stephen Covey yang tahun 2004 ditambah satu lagi menjadi 8 memberikan pencerahan. Meskipun sebenarnya bagi muslim, persoalannya bukan tidak mengenal tujuh kebiasaan itu. Informasi keteladanan Nabi, manajemen Qolbu jauh lebih canggih.

Namun memanajemi hati memang membutuhkan perbaikan yang terus menerus, berkesinambungan. Setiap saat tanpa henti. Begitupun dalam dunia pendidikannya dikenal adanya istilah "kenkyuu jugyo"=Lesson Study, dimana mutu dan kualitas pengajar terus ditingkatan.

Translation:
The original kanji characters for this word are: 改 善
In Japanese this is pronounced "kaizen".

*("kai") means "change" or "the action to correct".
*("zen") means "good".
In Korean this is pronounced "ge sun"
*("ge sun") means "improvement" or "change for the better"
In Chinese this is pronounced "gai shan":
*("gǎi shàn") means "change for the better" or "improve".
*("gǎi") means "change" or "the action to correct".
*("shàn") means "good" or "benefit". "Benefit" is more related to the Taoist or Buddhist philosophy, which gives the definition as the action that 'benefits' the society but not one particular individual (i.e., multilateral improvement). In other words, one cannot benefit at another's expense.

The quality of benefit that is involved here should be sustained forever, in other words the "shan" is an act that truly benefits others.

~ Contents:
Tahapan-Tahapan Lesson Study:
Berkenaan dengan tahapan-tahapan dalam Lesson Study ini, dijumpai beberapa pendapat. Menurut Wikipedia (2007) bahwa Lesson Study dilakukan melalui empat tahapan dengan menggunakan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA). Sementara itu, Slamet Mulyana (2007) mengemukakan tiga tahapan dalam Lesson Study, yaitu : (1) Perencanaan (Plan); (2) Pelaksanaan (Do) dan (3) Refleksi (See). Sedangkan Bill Cerbin dan Bryan Kopp dari University of Wisconsin mengetengahkan enam tahapan dalam Lesson Study, yaitu:

1. Form a Team: membentuk tim sebanyak 3-6 orang yang terdiri guru yang bersangkutan dan pihak-pihak lain yang kompeten serta memilki kepentingan dengan Lesson Study.
2. Develop Student Learning Goals: anggota tim memdiskusikan apa yang akan dibelajarkan kepada siswa sebagai hasil dari Lesson Study.
3. Plan the Research Lesson: guru-guru mendesain pembelajaran guna mencapai tujuan belajar dan mengantisipasi bagaimana para siswa akan merespons.
4. Gather Evidence of Student Learning: salah seorang guru tim melaksanakan pembelajaran, sementara yang lainnya melakukan pengamatan, mengumpulkan bukti-bukti dari pembelajaran siswa.
5. Analyze Evidence of Learning: tim mendiskusikan hasil dan menilai kemajuan dalam pencapaian tujuan belajar siswa
6. Repeat the Process: kelompok merevisi pembelajaran, mengulang tahapan-tahapan mulai dari tahapan ke-2 sampai dengan tahapan ke-5 sebagaimana dikemukakan di atas, dan tim melakukan sharing atas temuan-temuan yang ada.

Untuk lebih jelasnya, dengan merujuk pada pemikiran Slamet Mulyana (2007) dan konsep Plan-Do-Check-Act (PDCA), di bawah ini akan diuraikan secara ringkas tentang empat tahapan dalam penyelengggaraan Lesson Study

1. Tahapan Perencanaan (Plan)
Dalam tahap perencanaan, para guru yang tergabung dalam Lesson Study berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran, seperti tentang: kompetensi dasar, cara membelajarkan siswa, mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar, dan sebagainya, sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. Selanjutnya, secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP, sehingga RPP menjadi sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang, yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung, baik pada tahap awal, tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran.

2. Tahapan Pelaksanaan (Do)
Pada tahapan yang kedua, terdapat dua kegiatan utama yaitu: (1) kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru yang disepakati atau atas permintaan sendiri untuk mempraktikkan RPP yang telah disusun bersama, dan (2) kegiatan pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh anggota atau komunitas Lesson Study yang lainnya (baca: guru, kepala sekolah, atau pengawas sekolah, atau undangan lainnya yang bertindak sebagai pengamat/observer)

~ Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahapan pelaksanaan, diantaranya:
1. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama.
2. Siswa diupayakan dapat menjalani proses pembelajaran dalam setting yang wajar dan natural, tidak dalam keadaan under pressure yang disebabkan adanya program Lesson Study.
3. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, pengamat tidak diperbolehkan mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran dan mengganggu konsentrasi guru maupun siswa.
4. Pengamat melakukan pengamatan secara teliti terhadap interaksi siswa-siswa, siswa-bahan ajar, siswa-guru, siswa-lingkungan lainnya, dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya dan disusun bersama-sama.
5. Pengamat harus dapat belajar dari pembelajaran yang berlangsung dan bukan untuk mengevalusi guru.
6. Pengamat dapat melakukan perekaman melalui video camera atau photo digital untuk keperluan dokumentasi dan bahan analisis lebih lanjut dan kegiatan perekaman tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran.
7. Pengamat melakukan pencatatan tentang perilaku belajar siswa selama pembelajaran berlangsung, misalnya tentang komentar atau diskusi siswa dan diusahakan dapat mencantumkan nama siswa yang bersangkutan, terjadinya proses konstruksi pemahaman siswa melalui aktivitas belajar siswa. Catatan dibuat berdasarkan pedoman dan urutan pengalaman belajar siswa yang tercantum dalam RPP.

3. Tahapan Refleksi (Check)
Tahapan ketiga merupakan tahapan yang sangat penting karena upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya akan bergantung dari ketajaman analisis para perserta berdasarkan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Kegiatan refleksi dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti seluruh peserta Lesson Study yang dipandu oleh kepala sekolah atau peserta lainnya yang ditunjuk. Diskusi dimulai dari penyampaian kesan-kesan guru yang telah mempraktikkan pembelajaran, dengan menyampaikan komentar atau kesan umum maupun kesan khusus atas proses pembelajaran yang dilakukannya, misalnya mengenai kesulitan dan permasalahan yang dirasakan dalam menjalankan RPP yang telah disusun.

Selanjutnya, semua pengamat menyampaikan tanggapan atau saran secara bijak terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan (bukan terhadap guru yang bersangkutan). Dalam menyampaikan saran-saranya, pengamat harus didukung oleh bukti-bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan, tidak berdasarkan opininya. Berbagai pembicaraan yang berkembang dalam diskusi dapat dijadikan umpan balik bagi seluruh peserta untuk kepentingan perbaikan atau peningkatan proses pembelajaran. Oleh karena itu, sebaiknya seluruh peserta pun memiliki catatan-catatan pembicaraan yang berlangsung dalam diskusi.

4. Tahapan Tindak Lanjut (Act)
Dari hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau keputusan-keputusan penting guna perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran, baik pada tataran indiividual, maupun menajerial.

Pada tataran individual, berbagai temuan dan masukan berharga yang disampaikan pada saat diskusi dalam tahapan refleksi (check) tentunya menjadi modal bagi para guru, baik yang bertindak sebagai pengajar maupun observer untuk mengembangkan proses pembelajaran ke arah lebih baik.

Pada tataran manajerial, dengan pelibatan langsung kepala sekolah sebagai peserta Lesson Study, tentunya kepala sekolah akan memperoleh sejumlah masukan yang berharga bagi kepentingan pengembangan manajemen pendidikan di sekolahnya secara keseluruhan. Kalau selama ini kepala sekolah banyak disibukkan dengan hal-hal di luar pendidikan, dengan keterlibatannya secara langsung dalam Lesson Study, maka dia akan lebih dapat memahami apa yang sesungguhnya dialami oleh guru dan siswanya dalam proses pembelajaran, sehingga diharapkan kepala sekolah dapat semakin lebih fokus lagi untuk mewujudkan dirinya sebagai pemimpin pendidikan di sekolah.

~ Kesimpulan
Kita harus terus melakukan perbaikan dalam pendidikan secara terus menerus, tanpa henti. Agar kualitas dan mutu dunia pendidikan kita semakin maju dan berkembang.
Yakin suatu saat kota kita akan terus maju.
Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Lesson Study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar.
2. Tujuan Lesson Study adalah : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar; (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang bermanfaat bagi para guru lainnya dalam melaksanakan pembelajaran; (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis, dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya.
3. Ciri-ciri dari Lesson Study yaitu adanya: (a) tujuan bersama untuk jangka panjang; (b) materi pelajaran yang penting; (c) studi tentang siswa secara cermat; dan (d) observasi pembelajaran secara langsung.
4. Lesson study memberikan banyak manfaat bagi para guru, antara lain: (a) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya, (b) guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota/komunitas lainnya, dan (c) guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study
5. Penyelenggaraan Lesson Study dapat dilakukan dalam dua tipe: (a) Lesson Study berbasis sekolah; dan (a) Lesson Study berbasis MGMP.
6. Lesson Study dilaksanakan berdasarkan tahapan-tahapan secara siklik, meliputi : (a) tahapan perencanaan (plan); (b) pelaksanaan (do); (c) refleksi (check); dan (d) tindak lanjut (act).

~ References:
1. ^ Imai, Masaaki (1986). Kaizen: The Key to Japan's Competitive Success. New York, NY, USA: Random House.
2. ^ Europe Japan Centre, Kaizen Strategies for Improving Team Performance, Ed. Michael Colenso, London: Pearson Education Limited, 2000
3. ^ "Dictionary entry for Kaizen". J/E's Dictionary Server. Jeffrey Friedl. http://dict.regex.info/cgi-bin/
j-e/dosearch?
sDict=on&H=PS&L=J&T=kaizen&WC
=none&FG=r&BG=b&S=26. Retrieved on 2009-02-12.
4. ^ Huntzinger, Jim (First Quarter 2002). "The Roots of Lean: Training within Industry—the origin of Kaizen". AME Target 18 (1): 13. http://www.leaninstituut.nl/
publications/Roots_of_Lean_TWI.pdf. Retrieved on 2008-05-09.
5. ^ Liker, J. (2006). The Toyota Way Fieldbook. New York, NY, USA: McGraw-Hill.

Terima Kasih semoga bermanfaat!
Hubungan Lokal:
1. RINI KOBA (Ririungan Nihongo Kota Banjar)
~Tempat Kumpul Orang Banjar Penggemar aneka Jepang~
2. Anime SMANSABAN Fans Club
3. Manbaul Ullum Japanese Studies

Silahkan Kunjungi:
1.http://www.banjarcyberschool.co.cc
(Sekolah Maya Kota Banjar)
2.http://www.bitedu.co.cc
(Televisi Internet Pendidkan Kota Banjar)


Arip Nurahman

Guru dan Dosen Profesional

Sabtu, 17 Juli 2010

MENDIDIK DENGAN KESABARAN

Ditambah dan ditulis ulang
Oleh: Arip Nurahman

Pendidikan Fisika, FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia,
&
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University

Sumber:

Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd
~Kepala Sekola SMA Labschool Jakarta

(http://labschool-unj.sch.id/)
Jakarta - Mitra Netra News - Setiap orang tua dan para pendidik harus mampu mendidik dengan sabar.

Demikian salah satu pokok pikiran yang disampaikan DR. Arief Rachman, M.Pd dalam presentasi singkatnya pada acara Seminar Sehari yang diadakan Persatuan Orang tua Penyandang Cacat Anak (Portupencana), bertempat di Gedung YPAC, Jl. Hang Lekiu III, Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Kedatangan pakar pendidikan yang satu ini memang sangat dinanti-nantikan oleh para peserta seminar. Dalam presentasi singkatnya tersebut, DR. Arief Rachman sangat menekankan pentingnya seorang guru dan orang tua memiliki kesabaran dalam mendidik, apalagi terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Arief menyatakan banyak guru dan orang tua yang tidak tahu bagaimana harus bersikap terhadap anak-anak.
Seringkali guru membawakan sikap yang keras terhadap murid-muridnya.

Menurut dia, hal seperti ini bukanlah cara yang tepat. Seorang guru harus bisa bersikap ramah dan menyenangkan kepada para siswanya.
Munculnya sikap-sikap tidak menyenangkan dari para orang tua dan guru ini, menurut Arief, disebabkan tidak adanya keikhlasan dalam berbuat.

Gaya penyampaian yang kocak dan penuh dengan contoh-contoh nyata dikehidupan sehari-hari, benar-benar menarik perhatian para peserta seminar. Mereka tertawa dan bersorak. Tampaknya penjelasan yang diberikan Ketua Badan Pengembang Lab. School ini dapat menyentuh ke hati para peserta.

Dalam presentasinya tersebut, Arief juga menekankan pentingnya orang tua dan guru untuk bisa mengontrol emosi. Orang tua dan guru yang berhubungan dengan anak berkebutuhan khusus diharapkan memiliki kesabaran ekstra.

Disamping itu Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Bahasa Inggris ini juga meminta agar guru bisa memberikan pengajaran yang variatif kepada siswanya.

Menurut dia, guru harus lebih kreatif sehingga anak-anak dapat menyenangi setiap pelajaran yang diberikan. Kemampuan komunikasi dengan anak juga sangat diperlukan.
Orang tua dengan anak berkebutuhan khusus harus bisa memahami keinginan anak mereka.

Diakhir presentasinya Arief menegaskan bahwa pendidikan spiritual hendaknya dimasukkan kedalam setiap proses pendidikan.
Karena dengan adanya pendidikan spiritual ini akan memudahkan guru dan orang tua dalam membina anak-anak mereka.


Kunjungi Juga:

http://www.banjarcyberschool.co.cc
(Sekolah Maya Kota Banjar)


Arip Nurahman

Guru dan Dosen Profesional

Jumat, 18 Juni 2010

Defragmentasi Otak untuk Lebih Cerdas

Ditambah dan ditulis ulang
Oleh: Arip Nurahman

Pendidikan Fisika, FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia,
&
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University.


Tulisan Ringan

Sumber:
Romi Satria Wahono, B.Eng., M.Eng., D.Eng.

Founder Ilmu Komputer
(Doktor Sains Komputer Saitama University, Japan)
http://www.banjarcyberschool.co.cc
(Sekolah Maya Kota Banjar)

"Hmm, supaya pinter ya belajar mas hehehe."
Begitulah Om Romi, ketika ditanya, bagaimana kita bisa lebih Cerdas.
"Kalau dosen jawab seperti itu pasti disebut BASBANG alias basi banget Diskusi masalah kecerdasan manusia, tentu tidak bisa tanpa menyinggung masalah otak manusia, karena disini awal segala kisruhnya."

Kapasitas otak manusia sangat besar, bahkan ada yang menyebut tidak terbatas. Hanya sayangnya orang biasanya hanya menggunakan 1% dari otaknya, sedangkan orang jenius berhasil menggunakan 4-5% otaknya.

Lha kok bisa?
Dan bagaimana supaya kita juga bisa jadi cerdas?
Ikuti terus tulisan ini.
Otak manusia tersusun dari neuron-neuron yang jumlah totalnya mencapai 1 trilyun. Walaupun kecil, konon kabarnya satu neuron itu memiliki kecepatan pemrosesan yang setara dengan satu unit komputer.

Adam Kho lewat bukunya “I am Gifted, So Are You” mengatakan bahwa otak itu apabila dituliskan dalam bentuk digital akan menjadi tulisan sepanjang 10.5 juta kilometer. Ketika jarak terjauh bumi dan bulan itu sekitar 406.720 km, maka kapasitas otak kita setara dengan 25 kali perjalanan dari bumi ke bulan.

Tambahan informasi lagi, dari buku Super Great Memori dikatakan bahwa, jika setiap detik dimasukkan 10 informasi kedalam otak kita sampai 100 tahun, maka otak manusia masih belum terisi separuhnya.

Ada beberapa peneliti yang mencoba mengkuantifikasi kapasitas otak, ada yang menyebut 3 terabyte, dan ada juga yang menyebut mencapai 1000 terabyte. Sedemikian dahsyatnya kapasitas otak kita, tapi sayangnya kita hanya menggunakan kurang dari 1%nya. Dan orang jenius seperti Albert Einstein, konon kabarnya juga hanya menggunakan 5% dari seluruh kapasitas otaknya.

Artinya apa? Manusia memiliki kapasitas otak yang sama, yang implikasinya adalah sebenarnya kita semua memiliki daya tangkap terhadap suatu materi pembelajaran sama. Dan tidak ada manusia bodoh di muka bumi ini!

Lha kok, tapi di kelas ada yang cerdas dan ada yang tidak? Itu karena sistem retrieval (pencarian kembali) manusia berbeda-beda. Orang yang cerdas itu adalah orang yang memiliki sistem retrieval yang baik.

Seperti sebelumnya saya sebutkan diatas, kapasitas otak manusia mungkin mencapai 1000 terabyte, bayangkan seandainya laptop kita berkapasitas 1000 terabyte, pasti lambat melakukan pencarian file, apalagi kalau letak fisik filenya tidak tertata dengan baik alias terpecah-pecah di berbagai tempat dalam harddisk kita.

Trus gimana caranya supaya sistem retrievalnya bagus? Ada banyak cara komputasi yang bisa dilakukan, paling tidak untuk mengatasi informasi yang tidak tertata dengan baik, kita menggunakan tool defragmenter.

Defragmentasi? ya, lakukan defragmentasi pada otakmu!
Sebagai catatan, kata wikipedia, defragmentasi adalah sebuah proses untuk menangani berkas-berkas yang mengalami fragmentasi internal.
Sebuah berkas dikatakan terfragmentasi mana kala berkas tersebut tidak menempati ruangan yang saling berdekatan dalam penyimpanan fisik.

Fragmentasi dapat menyebabkan subsistem media penyimpanan melakukan operasi pencarian data yang lebih banyak, sehingga dengan kata lain berkas terfragmentasi dapat memperlambat kerja sistem, khususnya pada saat melakukan operasi yang berkaitan dengan media penyimpanan.

Jadi ketika kita menerima materi pelajaran, sebenarnya kita semua berhasil menangkap semua yang diajarkan oleh guru atau dosen kita. Namun ada yang kita simpan di bumi dan ada yang terlempar di bulan, inilah yang disebut dengan fragmentasi itu.

Trus gimana caranya supaya kita bisa mendefragmentasi otak kita? Caranya adalah dengan mengulang-ulangi pelajaran. Mengulang-ulang pelajaran, itu sama saja dengan menarik materi yang terlempar di bulan tadi supaya mendekat ke bumi, sehingga lebih cepat ketika kita mencari kembali.

Dan ini sesuai dengan yang dikatakan Adam Kho, bahwa orang yang cerdas adalah orang yang neuron-neuronnya saling tersambung (neuron-connection). Semakin banyak hubungan antarneuron, maka semakin cerdas kita dalam suatu bidang.

Kecerdasan itu bisa kita latih!
Sayapun tidak terlahir secara default sebagai orang cerdas, masa TK-SD saya pernah mengalami kendala sulit membedakan huruf b dan d. Sampai ada satu ungkapan guru saya yang masih saya ingat sampai sekarang, “Rom, b itu yang bokong(pantat)nya dibelakang, dan d itu yang bokongnya di depan“.

Ada juga guru yang menyebut saya terkena disleksia kompleks, plus ditambahi dengan anak yang suram masa depannya hehehe sempurna deh
Jadi? Kalau saya yang disleksia kompleks saja bisa, kenapa anda tidak?

Wahai pedjoeangku, ulang-ulangi pelajaran, banyak mencoba, banyak membaca, banyak berlatih, telani satu persatu hal yang belum kamu pahami, hubungkan neuron-neuronmu, maka kecerdasan akan mengikutimu …

Tetap dalam perdjoeangan!


Arip Nuarahman

Guru dan Dosen Profesional

Selasa, 18 Mei 2010

Membangun SDM Dasar Kota Banjar dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)


Tulisan Berseri Pengelolaan Pendidikan Internasional Part-2


Oleh: Arip Nurahman

Pendidikan Fisika, FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia,
&
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University.


"Dia(Alloh S.W.T.)mengajarkan kepada manusia apa yang mereka tidak ketahui"
(QS 96: Al-Alaq: 5)

1. http://www.pgpaud.org/
(PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI/PG-PAUD)
2.http://www.pnfi.depdiknas.go.id/download/20090630085425/PAUD.html
(Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyaluran Dana Bantuan Pendidikan Anak Usia Dini)
3.http://www.banjarcyberschool.co.cc
(Sekolah Maya Kota Banjar)
4.http://www.bitedu.co.cc
(Televisi Internet Pendidikan Kota Banjar)
5. http://fip.upi.edu/
(Fakultas Ilmu Pendidikan UPI)

~ Abstract
Early childhood education regards education in early childhood, one of the most vulnerable stages in life. According to the NAEYC (National Association for the Education of Young Children), it spans the human life from birth to age eight.

Kota Banjar haruslah mempunyai visi , misi kedepan yang terarah dan terukur, untuk menjalankan visi dan misinya tersebut, salah satunya diperlukan SDM yang berkualitas tinggi serta mumpuni. Pendidikan merupakan prioritas utama yang harus diperhatikan, dikembangkan dan tidak boleh dianggap main-main dalam penyelenggaraannya. PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) menjadi awal mula generasi muda Kota Banjar tercinta mengecap pendidikan Dasar Awal, tentunya harus diperhatikan secara signifikan dan intensif.
Allhamdulilah, Kota Banjar beberapa waktu yang lalu memperoleh penghargaan dalam bidang pendidikan ini, semoga prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi menuju tataran Nasional dan Internasional.

~ Intro:
1. Akreditasi

Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini telah diakreditasi dengan nilai B berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departeman Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 010/BAN – PT/Ak-X/S1/V/2007 tanggal 19 Mei 2007.

2. Gelar Lulusan

Gelar yang diperoleh dari lulusan program studi ini adalah Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

3. Visi

Pada tahun 2010 Jurusan/Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini yang memiliki keunggulan kompetitif dalam pengembangkan anak usia dini di Indonesia untuk menwujudkan masyarakat Indonesia yang maju, demokrasi dan sejahtera.

4. Misi

Jurusan/Program studi Pendidikan GuruAnak Usia Dini mengemban misi sebagai berikut:

* Menyelenggarakan pendidikan bagi calon pendidik anak usia dini yang profesional.
* Menyelenggarakan penelitian mengenai pendidikan anak usia dini
* Menjalin kerjasama dengan stakeholders untuk melakukan pembinaan bagi pendidik dan tenaga kependidikan pada lembaga pendidikan anak usia dini
* Melaksanakan pengabdian di masyarakat dalam upaya mengembangkan pendidikan anak usia dini di Indonesia.

~ Contents:
Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar.
Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal.

Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk:

1. Taman Kanak-kanak (TK),
2. Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat.

Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk:

1. Kelompok Bermain (KB),
2. Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat.

Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.

~ Developmental domains
There are five different developmental domains of children which all relate to each other. They are easily referred to as the SPICE of life:

* Social-Refers mostly to the ability to form attachments, play with others, co-operation and sharing, and being able to create lasting relationships with others.
* Physical - Development of Fine (small) and Gross (large) Motor Skills.
* Intellectual - The process of making sense of the world around them.
* Creative - The development of special abilities creating talents. Music, Art, Writing, Reading, and Singing are all ways for creative development to take place.
* Emotional - Development of self-awareness, self-confidence, and coping with feelings as well as understanding them.
* Cognitive development - Concerning how children think and react.

Psychosocial According to Jean Piaget, there are four major stages of cognitive development:

1. Sensorimotor Stage. This stage occurs between the ages of birth and two years of age.Sensorimotor (infancy): During this stage, which includes six distinct substages, intelligence is demonstrated through motor activity with limited use of symbols, including language; the infant’s knowledge of the world is primarily based on physical interactions and experiences.

2. Preoperational Stage. The second stage occurs between the ages of two to seven years of age.During this stage,intelligence is increasingly demonstrated through the use of symbols; memory and imagination are developed as language use matures; thinking is nonlogical, nonreversible, and egocentric.

3. Concrete Operations Stage. Occurring between ages 7 and about 12 years. During this stage—characterized by conservation of number, length, liquid,mass, weight, area, volume—intelligence is increasingly demonstrated through logical and systematic manipulation of symbols relating to concrete objects; thinking is operational, reversible, and less egocentric.

4. Formal Operations Stage. The final stage of cognitive development (from age 12 and beyond)During this final stage, intelligence is demonstrated through the logical use of symbols related to abstract concepts; thinking is abstract, hypothetical, and early on, quite egocentric; it is commonly held that the majority of people never complete this stage.

* Emotional Development - Concerning children's increasing awareness and control of their feelings and how they react to these feelings in a given situation.
* Social Development - Concerning the children's identity, their relationships with others, and understanding their place within a social environment


Kebutuhan Pendidikan Anak Usia Dini Jangan Ditunda
(Belajar kepada Provinsi Sulawesi Utara). Usia dini pada nol sampai dengan 6 tahun merupakan usia emas yang harus mendapatkan perhatian maksimal. Pada usia tersebut, jika mendapatkan perhatian yang baik akan mampu mewujudkan kesejahteraan di masa yang akan datang.

Pendidikan anak usia dini (PAUD) bagaikan pondasi yang kuat dan kokoh bagi perkembangan anak. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo menegaskan, agar jangan menunda kebutuhan bagi anak usia dini.

"Jangan menunda kebutuhan anak usia dini khususnya yang berkaitan dengan pendidikan, pelatihan, perlindungan, gizi, dan kesehatannya karena kalau ditunda maka lewatlah masa emas tersebut.
Mengingat pentingnya PAUD bagi anak usia dini maka pemerintah telah menetapkan kebijakan PAUD yang holistik terintegrasi," kata Mendiknas saat membuka acara Gebyar PAUD di lapangan Vatulemo, Palu, Sulawesi Tengah, 30/06/2009).

Hadir pada acara Gubernur Sulawesi Tengah Bandjela Paliudju, Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Depdiknas Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas Suyanto, Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Sulawesi Tengah Abubakar Almahdali dan sebanyak 2.500 anak usia dini dan orang tua murid baru.

Gebyar PAUD yang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia ini dirangkai dengan kegiatan pameran. Sebanyak 42 stand pameran pesertanya berasal dari warga pendidikan nonformal dan informal. Pameran khusus pendidikan ini akan berlangsung sampai dengan 2 Juli 2009.

Mendiknas mengatakan, anak yang mengikuti PAUD akan lebih giat mengikuti pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Mendiknas, hal ini berarti juga akan menurunkan angka putus sekolah. "Pada akhirnya akan menurunkan biaya pendidikan yang dikeluarkan oleh orang tua maupun pemerintah di jenjang pendidikan berikutnya," katanya. PAUD, kata Mendiknas, juga merupakan fondasi untuk menanamkan nilai - nilai luhur pada anak dan cinta kepada sesama. Pemerintah, lanjut Mendiknas, telah berketetapan untuk terus berupaya agar seluruh anak usia dini di Indonesia dapat memperoleh layanan PAUD yang makin baik.

Kebijakan pemerintah ini, kata Mendiknas, hanya akan terwujud apabila didukung oleh pemerintah daerah dan masyarakat. "Layanan PAUD yang lebih merata dan bermutu harus segera direalisasikan karena usia dini merupakan usia emas perkembangan anak. Insya Allah kita akan memiliki generasi penerus yang handal," ujarnya.

Mendiknas mengatakan, angka partisipasi kasar (APK) PAUD di Provinsi Sulawesi Tengah masih relatif rendah . Untuk usia 0 - 6 tahun APK-nya baru mencapai 38,8 persen. Angka ini, kata Mendiknas, masih jauh dari target nasional 53,6 persen. "Ini berarti masih banyak anak usia dini di Sulawesi Tengah yang belum memperoleh layanan PAUD," katanya. Mendiknas menjelaskan, secara umum jumlah anak usia dini dipengaruhi oleh tingkat kelahiran anak setiap tahun. Mendiknas menyebutkan, tingkat kelahiran anak di Indonesia per tahun masih sangat besar yaitu mencapai sekitar empat juta jiwa.

"Jumlah anak usia dini lebih besar dari populasi anak usia sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, dan yang setara. Bahkan lebih besar dari seluruh penduduk Malaysia," katanya.

Gubernur Sulawesi Tengah Bandjela Paliudju menyampaikan, pendidikan anak usia dini akan difokuskan terhadap penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas dan kuantitas. Dia mengatakan, salah satu program terpadu pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tengah dalam upaya meningkatkan APK PAUD adalah dengan mengintegrasikan dengan kegiatan Posyandu yang melibatkan dinas pendidikan dan dinas kesehatan. "Kegiatan tersebut telah dikemas dalam bentuk road show ke kabupaten dan kota," katanya.

Bandjela menyebutkan, penduduk Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 179.887 jiwa usia 2 - 4 tahun, sedangkan yang belajar di PAUD baru sebanyak 21.963 jiwa. Artinya, kata dia, kurang lebih angka partisipasi anak usia PAUD baru 12 persen, sehingga masih cukup rendah bila dibandingkan dengan angka partisipasi anak usia pendidikan dasar yang mencapai di atas 90 persen. "Oleh karena itu, kegiatan Gebyar PAUD ini merupakan sosialisasi yang diperlukan agar masyarakat Sulawesi Tengah semakin sadar dan memahami betapa pentingnya pendidikan anak usia dini," katanya.

~ wallohualam:
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar...(QS 3: Ali Imran: 110)

Terima kasih kepada:
Orang Tua dan Guru-Guru serta sahabat-sahabat semuanya. Pihak-pihak yang telah mendukung terangkainya tulisan inovasi, riset dan pengembangan ini. Alhamdulilah.

Penulis:
Mahasiswa Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia & Open Course Ware at MIT-Harvard University
Juga pengajar di TPA/RA Al-Wushto Isola Bumi Siliwangi UPI, Bandung.

Minggu, 18 April 2010

Kompetisi Matematika Amerika 8

AMERICAN MATHEMATICS COMPETITION 8

Ditambah dan ditulis ulang
Oleh: Arip Nurahman

Pendidikan Fisika, FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia,
&
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University


http://www.unl.edu/amc/index.shtml
(American Mathematics Competition)
http://www.tokobaedu.co.cc
(Tim Olimpiade Kota Banjar)
http://tomikoba.blogspot.com/
(Tim Olimpiade Matematika Kota Banjar)

Terima Kasih kepada:
Wael Alghamdi
(Dept. of Mathematics Massachusetts Institute of Technology)

~Seleksi di Indonesia
"Ki Bujangga ujaring maranggi, ditampina ku tawis pertanda, tangtos moal sapagodos, gelar-galur dua-tilu, reh nul-nutkeun jalanna dangding, sami gaduh ukiran, tah eta teh kitu, numutkeun pinter rajinna, nu perceka ingkar tina basa Kidib, ngantun kana hianat."
~Pupuh Dangdanggula~

"Life is good for only two things, discovering mathematics and teaching mathematics"
~Siméon Poisson~

Surya Institute (SI) together with Maths Oasis Pte. Ltd. and the Committee of the American Mathematics Competitions cordially invite your students to participate, along with many students worldwide, in the 2009 American Mathematics Contest (AMC) 8.

Date
Tuesday, November 17th (3 pm).
Venue

1. Global Nusantara International School – Meruya, West Jakarta
2. Bina Nusantara International School (in confirmation)-Serpong, Tangerang
3. Global Prestasi International School – Bekasi, West Java

Contest Registration Fee:

• Agustus - 10 September 2009 Rp 150.000
• 11 September - 30 Oktober 2009 Rp 175.000
• 31 Oktober - 12 November 2009 Rp 250.000

Transfer the Registration Fee to:
Yayasan Surya Institute
BCA, Branch : Supermal Karawaci
Account Number 7610358611

(Please fax the transfer receipt)
Contest Format :
• 25 multiple-choice questions

• Time limit : 40 minutes

• Pencil 2B is required (computerize answer sheet)

• No calculator

• No penalty for wrong answers

For inquiries, please contact Ms. Yuliana/Elia/Yulita by phone, sms, or email.

Phone : +6221 53163394-98 ext. 306 (working hour 8.30 WIB – 17.00 WIB)

SMS : +62856 926 230 56

Email : mat.asyik@gmail.com

Kompetisi di Amerika

2008-2009 Contest Dates:
November 18, 2008

The AMC 8 is a 25 question, 40 minute multiple choice examination in middle school mathematics designed to promote the development and enhancement of problem solving skills.

The examination provides an opportunity to apply the concepts taught at the junior high level to problems which not only range from easy to difficult but also cover a wide range of applications.

Many problems are designed to challenge students and to offer problem solving experiences beyond those provided in most junior high school mathematics classes.

Calculators are not allowed starting in 2008. High scoring students are invited to participate in the AMC 10.

A special purpose of the AMC 8 is to demonstrate the broad range of topics available for the junior high school mathematics curriculum. This is done by competencies.

The AMC 8 has the potential to increase the perceptions of the importance of problem solving activities in the mathematics curriculum by stimulating these activities both preceding and following the examination —specifically by studying the solutions manual.

Additional purposes of the AMC 8 are to promote excitement, enthusiasm and positive attitudes towards mathematics and to stimulate interest in continuing the study of mathematics beyond the minimum required for high school graduation.

Developmentally, junior high school students are at a point where attitudes toward school and learning, and perceptions of themselves as learners of mathematics are solidified.

It is important that they be provided opportunities that foster the development of positive attitudes towards mathematics and positive perceptions of themselves as learners of mathematics. The AMC 8 provides one such opportunity.

We encourage all students in grades 6, 7 and 8 to participate in the AMC 8. All USA, USA embassy, Canadian and foreign school students in grade 8 or below are eligible to participate.
AMC 8 Intramural Awards

* A Certificate of Distinction is given to all students who receive a perfect score.

* An AMC 8 Winner Pin is given to the student(s) in each school with the highest score.

* The top three students for each school section will receive respectively a gold, silver, or bronze Certificate for Outstanding Achievement.

* An AMC 8 Honor Roll Certificate is given to all high scoring students.

* An AMC 8 Merit Certificate is given to high scoring students who are in 6th grade or below.

The members of the Committee on the American Mathematics Competitions (CAMC) are dedicated to the goal of strengthening the mathematical capabilities of our nation's youth.

The CAMC believes that one way to meet this goal is to identify, recognize and reward excellence in mathematics through a series of national contests called the American Mathematics Competitions.

The AMC include: the American Mathematics Contest 8 (AMC 8) (formerly the American Junior High School Mathematics Examination) for students in grades 8 and below, begun in 1985; the American Mathematics Contest 10 (AMC 10), for students in grades 10 and below, new in 2000; the American Mathematics Contest 12 (AMC 12) (formerly the American High School Mathematics Examination) for students in grades 12 and below, begun in 1950; the American Invitational Mathematics Examination (AIME), begun in 1983; and the USA Mathematical Olympiad (USAMO), begun in 1972.

On Thursday, May 11, 1950 the first Mathematical Contest, sponsored by the New York Metropolitan Section of the Mathematical Association of America (MAA) took place.

It was given in 238 schools to 6,000 students in the New York area only. Today the contest is taken in every state and around the world. It is translated into braille, French, Spanish and Chinese, and has evolved into a series of five contests.

1950-2009
The
American
Mathematics
Competitions

Help us celebrate 60 years of the
American Mathematics Competitions
by registering your school to participate in the 60th annual
American Mathematics Contest 12
and the 10th annual American Mathematics

Contest 10. The AMC 10 is
designed for 9th and 10th grade students, and the AMC 12 is designed for 11th and 12th grade students.

Participation & Eligibility

Both AMC 10 and AMC 12 are 25-question, 75-minute multiple-choice contests administered in your school by you or a designated teacher. The AMC 12 covers the high school mathematics curriculum, excluding calculus.

The AMC 10 covers subject matter normally associated with grades 9 and 10. To challenge students at all grade levels, and with varying mathematical skills, the problems range from fairly easy to extremely
difficult. Approximately 12 questions are common to both contests. Students may not use
calculators on the contests.

AMC 12 Eligibility – A student in a program leading to a high school diploma, and under 19.5 years of age on the day of the contest.

AMC 10 Eligibility – A student in a program leading to a high school diploma, under 17.5 years of age on the day of the contest, and not
enrolled in grades 11 or 12 or equivalent.

Home schools must indicate the site of the exam (not the student’s home) and the name of the proctor (not a parent) and attach this information to the registration form. Please call
the AMC office for details.

PURPOSE

The Mathematical Association of America wants to increase interest in mathematics and to develop problem solving through a friendly,
and fun, competition. We believe that one way to meet this goal is to identify, recognize, and reward excellence in mathematics through a series of national contests.

Sample Questions

2008 AMC 10A

12. In a collection of red, blue, and green marbles,
there are 25% more red marbles than blue
marbles, and there are 60% more green marbles
than red marbles. Suppose that there are r red
marbles. What is the total number of marbles in
the collection?

(A) 2.85r
(B) 3r
(C)3.4r
(D) 3.85r
(E) 4.25r

2008 AMC 10A/12A

10A-4; 12A-3. Suppose that ⅔ of 10 bananas are
worth as much as 8 oranges. How many oranges
are worth as much as ½ of 5 bananas?
(A) 2
(B) 5/2
(C) 3
(D) 7/2
(E) 4

10A-13; 12A-10. Doug can paint a room in 5 hours.
Dave can paint the same room in 7 hours. Doug
and Dave paint the room together and take a
one-hour break for lunch. Let t be the total time,
in hours, required for them to complete the job
working together, including lunch. Which of the
following equations is satisfied by t ?

(A) (1/5+1/7) (t + 1) = 1
(B) (1/5+1/7) t + 1 = 1
(C) (1/5+1/7) t = 1
(D) (1/5+1/7) (t – 1) = 1
(E) (5 + 7)t = 1

2008 AMC 12A

14. What is the area of the region defined by the
inequality |3x – 18| + |2y + 7| ≤ 3 ?

(A) 3
(B) 7/2
(C) 4
(D) 9/2
(E) 5

18. Triangle ABC, with sides of length 5, 6, and 7,
has one vertex on the positive x-axis, one on
the positive y-axis, and one on the positive zaxis.
Let O be the origin. What is the volume of tetrahedron OABC?

(A) √ 85
(B) √ 90
(C) √ 95
(D) 10
(E) √105

"Ilmuwan sejati selalu membaca dan menulis. Tanpa membaca ia berada dalam kegelapan, tanpa menulis ia tidak mencerahkan umat yang berada dalam kegelapan."
~Prof. Dr. H. A. Chaedar A., M.A., Ph.D.~
Guru Besar UPI

"Jangan takut jadi miskin karena mempelajari sains. Sebab, urusan rizki itu urusan Allah SWT."
~Prof. Freddy Permana Zen, D.Sc. Guru besar fisika tingkat tinggi ITB~
Semoga Berhasil!



Arip Nuarahman

Guru dan Dosen Profesional